Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Masih Kosong 1 Masih Kosong 2 Masih Kosong 3 Masih Kosong 4
Komisi Bapak Komisi Ibu Komisi Pemuda/Remaja Komisi Sekolah Minggu Rabu Gembira

DAMAI DAN BERSATU DITINJAU DARI SISI AGAMA

1. Ditinjau menurut ajaran Agama Islam.

Alam Demokrasi telah memberikan corak tersendiri dalam segala aspek dan sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih dewasa ini bangsa Indonesia sedang melaksanakan pesta Demokrasi dimana Pemilu legislatif dan pilpres 2009 telah dan akan segera berlangsung. Untuk itu diperlukan adanya tingkat kesadaran yang tinggi bagi masyarakat, sehingga hajat tersebut dapat berjalan lancar dan sukses dalam suasana damai dan bersatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun demikian perlu kita waspadai bersama karena kondisi yang demikian sangat rentan terhadap munculnya berbagai bentuk ketidakpuasan, baik yang disebabkan oleh kepentingan perorangan maupun kepentingan kelompok, yang apabila tidak direspons dengan arif akan dapat menimbulkan perpecahan. Mereka tidak malu saling cemooh, cerca satu sama lainnya sehingga tanpa disadari dapat memicu terjadinya permusuhan dan perpecahan satu sama lainnya.

Sebagai umat muslim yang berada di bawah naungan agama Rahmatan lil'aalamiin seharusnya menyadari bahwa Islam sangat menghendaki adanya kesatuan umat (ummatan waahidah) penuh persatuan dan kesatuan dalam kehidupan yang penuh kedamaian, saling hormat- menghormati, harga menghagai antara satu sama lainnya sehingga melahirkan rasa persaudaraan dan kedamaian diantara sesama umat manusia.

Untuk itu kiranya perlu adanya penerangan kepada umat akan pentingnya menciptakan suasana damai dan bersatu yang dilandasi dengan rasa persaudaraan dan kesatuan sehingga kita dapat merasakan ketentramanan dan ketenangan hidup bermasyarakat. Dalam hal ini Rosulullah SAW telah mencontohkan bagaimana membangun suatu bangsa yang kokoh kuat melalui :

1. Ukhuwah Islamiyah, yaitu bahwa antar sesama umat islam harus terjalin suatu persaudaraan yang kokoh, jangan karena kepentingan pribadi ataupun golongan menyebabkan timbulnya perpecahan, perbedaan pandangan dan perbedaan pendapat harus dijadikan sebagai suatu hikmah yang dapat memperluas pengetahuan dan mempererat persaudaraan, karena sesungguhnya "Perbedaan itu adalah Rahmat" (Al-Hadits),harus membawa kedamaian.

2. Ukhuwah basyariyah, atau persaudaraan antar sesama manusia. Betapa indahnya persaudaraan yang telah dicontohkan oleh Rosululloh ketika beliau hendak menciptakan ketentraman dan keamanan kota Madinah yang kemudian melahirkan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Piagam Madinah. Diantara isi dari perjanjian itu adalah bahwa "Kaum Yahudi hidup damai bersama-sama kaum muslimin; kedua belah pihak bebas memeluk dan menjalankan agama masing-masing. Kaum Muslimin dan Kaum Yahudi wajib nasehat-menasehati, tolong-menolong dan melaksanakan kebajikan dan keutamaan". Inilah pilar perdamaian dan persatuan yang telah dibangun Rosululloh SAW pada saat itu.

3. Ukhuwah Wathoniyah. Yaitu mencintai tanah air dengan sepenuh hati, jiwa raga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Cinta tanah air adalah sebagian dari iman" (Al-Hadits).

Inilah tiga langkah konkrit yang yang Insya Allah dapat mewujudkan suatu Bangsa yang DAMAI DAN BERSATU dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


2. Ditinjau menurut ajaran Agama Protestan.

Motto/slogan tentang persatuan dan kesatuan saat ini jarang terdengar/gemakan lagi. Tidak seperti jaman perjuangan memperebutkan kemerdekan dimana motto/slogan ini menjadi alat : yang ampuh untuk mendorong/motivasi dan menggerakkan semua elemen masyarakat berjung bahu membahu memperebutkan/mendapatkan kebebasan dari para penjajah. Ada pepatah mengatakan " bersatu kita teguh bercerai kita runtuh " Pengkondisian damai tidak semuanya membawa orang membawa kepada damai sejati.

Tanpa sikap Kritis bisa menjadi orang/kelompok jatuh kepada damai semua kata damai Alkitab berasal dari kata Shalom ( Ibrani ) maupun Eirene ( Yunani ) dipahami sebagai situasi tanpa perang perselisihan atau kesulitan (aman, nyaman, tentaram, sejahtera ). Apabila damai di pahami setiap individu maka konflik akan terhindarkan.

Damai sejahtera salah satu tanda atau perwujudan dari kerajaan Allah Maz 133 : 1 menyatakan " Sungguh alangkah baik dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ". Orang-orang dalam gereja sudah mengerti ajaran kasih, tidak boleh saling membenci dan haruslah ia mengampuni musuhnya, dan dan bila ini diterapkan oleh setiap orang yang mengaku percaya kepada Yesus maka gereja akan menjadi terang dn garam bagi dunia seperti yang amanatkan oleh Tuhan Yesus Kristus karena,staus mereka sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalam satu Roh. Dalam Yoh 17 : 20-26 Tuhan Yesus berdoa agar muridnya bersatu.

Begitu pentingnya persatuan bagi Tuhan Yesus sehingga Ia berdoa agar orang percaya menjadi pembawa damai dan pemersatu seperti Motto Kodam Jaya " Damai Dan Bersatu ". Hal ini akan terwujud jika masing-masing individu memiliki kasih seperti yang tertulis di dalam 1 Kor 13 : 1-13 Yang dapat direnungkan sebagai berikut Firman Tuhan mengatakan sekalipun seseorang mempunyai pengetahuan yang luar biasa menurut ukuran dunia,pandai,cerdas,jenius, disebut sebagi Profesor, ilmuan, cendikiawan, pemikir, dan lain sebagainya, namun tanpa kasih, tak satupun yang ia akan ketahui memiliki arti. Kecerdasan tanpa kasih adalah nol besar!. Oleh karena itu damai dan bersatu akan terwujud jika semua orang memiliki kasih.

3. Ditinjau menurut ajaran Agama Katolik.

Kecenderungan sikap hidup kebanyakan manusia di zaman modern sekarang ini adalah egois, yaitu kecenderungan cinta diri, mementingkan kelompok atau golongannya. Orientasi hidupnya mengarah pada hidup keduniawian yang mengabaikan atau menomorduakan hidup surgawi , hidup penuh damai, damai di dunia maupun damai pada kehidupan kelak. Sikap hidup manusia yang demikian ini, menjauhkan manusia pada Allah Bapa sumber damai itu sendiri.


Sebelum dunia ini jauh dari hidup damai dan jatuh pada perselisihan, perpecahan, permusuhan dan sebagainya, Allah telah berfirman dan memerintahkan kepada anak-anak-Nya untuk membawa damai, karena dengan demikian akan disebut anak-anak Allah (Mat 5 :9). Maka untuk hidup damai ini mempunyai syarat pertama-tama, yaitu dengan kemerdekaan/kebebasan manusia mau berdamai dengan Allah Bapa sumber damai, selanjutnya membawa hidup damai itu pada sesama manusia tanpa memandang perbedaan apapun yang ada pada sesama manusia, Dengan berdamai pada Allah dan sesama secara bebas, maka akan tercipta suatu persatuan, karena manusia merasa sebagai saudara dihadapan Tuhan. Sebagai contoh yang patut diteladani dalam menciptakan damai dan bersatu yaitu contoh dari hidup Yesus yang selalu hidup berdamai dan dalam kehendak Allah Bapa, seluruh hidup-Nya diberikan untuk manusia, siapapun tanpa melihat perbedaan yang ada padanya termasuk musuh sekalipun. Maka sebagai anak-anak Allah , umat Katolik mempunyai tugas menghadirkan damai di dunia seperti di dalam sorga, sebagai syarat menciptakan persatuan-kesatuan khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama. Umat Katolik juga diingatkan oleh Alm. Bapa Uskup Mgr. Soegiyopranoto, yaitu untuk menjadi Umat Katolik 100% dan Warga Negara Indonesia 100%. Tuhan memberkati.


4. Ditinjau menurut ajaran Agama Hindu.
Dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan pada siklus kehidupan seperti peristiwa atau kejadian yang tak ada henti-hentinya yakni kebaikan dan keburukan, sakit dan sehat, bahagia dan menderita, senang dan susah, kesemuanya berada dalam diri manusia dan dunia yang maya ini. Apabila kita telah benar-benar dapat melaksanakan Dharma dan mengakui keagungan Dharma secara konsekwen dalam bentuk amalan dan kebajikan yang tiada terikat oleh gejolak nafsu keduniawian atau melaksanakan subhakarma/kebaikan dengan setulus hati, sehingga mencapai moksa yaitu manunggalnya Atma dengan Paramaatma (kedamaian yang kekal abadi).

Damai dalam ajaran Agama Hindu adalah Jagadhita, dimana Jagadhita ini merupakan tujuan terakhir. Didalam kitab suci Weda dijelaskan sloka " Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma " yang artinya tujuan Dharma atau agama adalah untuk mencapai kebahagiaan lahir dan bathin.

Dalam Kekawin Sotasoma disebutkan " Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Magrwa " yang artinya walaupun berbeda tetapi tetap satu. Dengan adanya kedamaian/Jagadhita sehingga tercapai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kewajiban yang dianjurkan oleh agama berupa Dharma seakan-akan kita rasakan seperti memaksa tetapi kita harus yakin bahwa sesungguhnya Dharma itu sangat agung serta merupakan jalan utama untuk mengatur kehidupan manusia, kehidupan semua mahkluk bahkan juga peredaran yang harmonis dari alam semesta ini.

Didalam ajaran agama Hindu disebutkan bahwa Dharma diumpamakan sebagai perahu, maka kami mengajak anda untuk mengambil perumpamaan yang lebih mendalam lagi, yaitu diumpamakan kita sebagai pengemudi, layarnya adalah perasaan atau emosi, kemudinya adalah akal atau pikiran kita, hembusan angin kita umpamakan sebagai hawa nafsu, sedangkan air samudera merupakan benda-benda duniawi. Maka sebagai pengemudi perahu yang bijaksana harus senantiasa dapat mengendalikan layar dari hembusan angin. Begitu pula terhadap gelombang dan badai dari air samudera harus dapat dimanfaatkan agar perahu kita dengan selamat sampai kepantai tujuan, karena tanpa air samudera, perahupun tak akan dapat berlayar. Yang terpenting bagi sipengemudi ialah bagaimana upaya mengendalikan layar dengan kemudi perahu itu agar tidak tenggelam ditengah lautan atau dengan kata lain bagaimana mengendalikan emosi dengan olah pikir yang bijaksana agar jiwa kita tidak terjerumus kedalam lautan dosa dan duka nestapa. Maka jangan sekali-kali terperangkap oleh amukan gelombangnya. Sehubungan dengan itu kita harus selalu waspada dan mampu menggunakan olah pikir yang bijaksana didalam mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan gelombang tantangan yang akan menyeret kita kearah nafsu dosa dan pintu neraka. Oleh karena itu dapat kita simak dan jadikan bahan renungan kita bahwa makna dan intisari dari keagungan Dharma / damai dan bersatu, hendaknya dapat kita jadikan pedoman sebagai motivasi didalam gerak pikir, bicara maupun bertingkah laku ( Tri Kaya Parisudha ).

Dalam kitab Sarasamuscaya sloka 89 menyebutkan :

" Nyayeki kadeyakenaning wwang, ikang budhi masih ring sarwa praning, yatika pagehakena. Haywa ta dengki, haywa ta engin, haywa ta humatamayam ikang wastu tan hana, wastu tan yukti kuneng, haywa ika ingenangen ".

Artinya :

Bahwa, inilah yang hendaknya orang perbuat, perasaan hati cinta kasih kepada segala mahluk hendaknya itu tetap dikuatkan janganlah menaruh dengki iri hati, janganlah menginginkan dan jangan merindukan sesuatu yang tidak ada, janganlah hal itu dipikir - pikir.

Jadi kehidupan bermasyarakat menurutajaran Agama Hindu adalah merealisasikan segala daya dan kemampuan anggotanya untuk menjadi manusia yang integral yang memiliki kemauan untuk menciptakan suatu kehidupan yang sejahtera lahir batin dan yang terpenting sekali bahwa manusia sebagai hamba Tuhan, hendaknya memiliki keyakinan diri dan ketaatan pada ajaran-ajarannya yang menuntun umat manusia menuju jalan kebaikan yang dilandasi oleh ajaran Dharma dalam hal ini kedamaian.

Dari uraian tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa kebahagiaan, kedamaian /jagadhita, persatuan dan kesatuan didasari oleh kedamaian yang kekal abadi.

Dengan demikian slogan Kodam Jaya Damai dan Bersatu selaras dengan ajaran agama Hindu yang mengajarkan tentang cinta kasih, kedamaian dan kebenaran yang tertuang didalam filsafat ( tattwa ) bahwa ajaran agama Hindu membimbing umatnya untuk mencapai kesempurnaan hidup seutuhnya, oleh sebab itu ajarannya mengajarkan pendidikan sila dan budi pekerti yang luhur untuk membina umatnya menjadi manusia susila demi tercapai kebahagiaan lahir dan bathin.

Penulis: Letkol Caj Drs. Muhammad Zaid
Sumber : http://www.kodam-jaya.mil.id

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright Jemaat Bukit Zaitun Tongke © 2010 - All right reserved - Using Blueceria
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.