Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Masih Kosong 1 Masih Kosong 2 Masih Kosong 3 Masih Kosong 4
Komisi Bapak Komisi Ibu Komisi Pemuda/Remaja Komisi Sekolah Minggu Rabu Gembira

Saat Teduh

(Mrk. 1:35; Yoh. 15:5)
Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, merupakan cabang/ranting yang menempel pada pokok Anggur yang benar. Ranting yang menempel pada pokok anggur akan mendapat aliran bahan makanan terus-menerus dan berbuah lebat.
Apa akibatnya bila ranting tersebut tidak menempel atau dipotong dari pokok anggurnya? Ranting tersebut akan layu, daunnya menguning dan kemudian mati kekeringan. Ranting yang menempel pada pokok anggur merupakan gambaran dari pentingnya hubungan pribadi kita dengan Tuhan setiap hari, yang biasa disebut dengan HPDT/Saat Teduh. Hubungan/ persekutuan ini akan memberikan makanan dan kekuatan bagi kita untuk bertumbuh dan berbuah di dalam kehidupan ini.
”Saat teduh” adalah waktu khusus yang disediakan bagi Tuhan setiap hari. Dalam waktu teduh ini kita berjumpa dengan Tuhan, berbicara dengan Tuhan dalam doa, membaca, merenungkan dan melakukan apa yang akan dikatakan/difirmankan Tuhan melalui firman-Nya. Saat teduh adalah persekutuan yang indah dengan Tuhan setiap hari dan merupakan penyerahan diri secara baru pada hari itu.
Bersaat teduh dengan Tuhan setiap hari mungkin merupakan aspek kehidupan Kristen yang paling banyak dipromosikan, namun paling sedikit dipraktekkan. Mengapa? Ada banyak faktor penyebab mengapa orang-orang tidak bersaat teduh secara rutin. Ada faktor kemalasan. Ada yang beralasan sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Ada juga yang beralasan tidak tahu cara membaca Alkitab dengan benar. Ada juga yang mengalami kesulitan dalam memahami berita Alkitab dari masa lalu untuk diterapkan pada masa kini. Dan sejumlah alasan lainnya.
1. Mengapa bersaat teduh?
Sedikitnya ada lima alasan mengapa kita perlu bersaat teduh? Alasan pertama adalah teladan Tuhan Yesus. Selama pelayanannya di muka bumi ini, Tuhan Yesus bangun pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, dan pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa (Mrk 1:35). Karena alasan tertentu, Tuhan Yesus merasa bahwa saat teduh itu lebih penting daripada satu atau dua jam untuk tidur, atau menyembuhkan atau berkhotbah. Jika Tuhan Yesus saja memerlukan saat teduh, apalagi kita.
Alasan kedua Tuhan merindukan persekutuan dengan kita. Ini adalah suatu hal yang luar biasa, bahwa pencipta langit dan bumi benar-benar menginginkan persekutuan dengan ciptaan-Nya. Raja alam semesta ini ingin menyatakan diri-Nya dan kasih-Nya kepada kita setiap hari.
Alasan ketiga, tanpa saat teduh yang teratur, kita tidak dapat bertumbuh dalam iman. Orang-orang saleh yang dipakai Tuhan dari abad ke abad, semuanya mempunyai saat teduh yang teratur. Misalnya: Daniel telah menjadi seorang perdana menteri di sebuah kerajaan besar, tetapi ”tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya” (Dan 6:11). Musa yang bertanggung jawab memimpin 2 juta orang Yahudi dalam perjalanan melewati padang gurun selama 40 tahun mendapatkan kebijaksanaan dan kekuatan melalui waktu yang diluangkan bersama Allah, sebagai saat pertemuan antara 2 orang bersahabat. Daud, seorang tokoh perang dan raja yang terkenal, senantiasa meluangkan waktu bersama Allah. Kitab Mazmur berisi catatan harian saat teduhnya bersama Allah.
Alasan keempat, saat teduh membuat kita peka. Mzm 25:14, ”TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya/maksud-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan akan menimbulkan kepekaan di dalam diri kita terhadap kehendak Tuhan. Kepekaan dan pemahaman akan kehendak Allah akan menghasilkan perubahan sikap dan karakter di dalam kehidupan kita.
Alasan kelima, karena Alkitab itu memiliki banyak manfaat yang penting di dalam kehidupan orang percaya. Dalam 2 Tim. 3:16, diungkapkan beberapa manfaat dari Alkitab, yaitu:
o Mengajar. Apa yang diajarkan oleh Alkitab? Tentu saja kita dapat belajar tentnng Allah yang menyatakan diri, karya dan kehendak-Nya sampai saat ini kepada umat manusia. Kita pun dapat belajar tentang respon manusia, baik yang positif maupun negatif, terhadap Allahnya.
o Menyatakan kesalahan Di dalam Alkitab terdapat kebenaran yang sifatnya universal dan kekal. Oleh karena itu, dengan membaca yang benar (Alkitab), maka kita dapat tahu apa yang salah. Saat teduh mengoreksi kehidupan kita.
o Memperbaiki kelakuan. Dengan mengetahui apa yang salah, maka kita diajak untuk memperbaiki kelakuan kita Tidak hanya kelakuan bahkan, tetapi juga pola pikir dan tutur kata kita juga.
o Mendidik orang dalam kebenaran. Ini adalah fungsi yang tidak kalah pentingnya. Sebagai orang percaya, kita diharapkan untuk setia pada kebenaran dan karenanya berupaya untuk hidup dalam kebenaran itu. Alkitab dapat menolong kita untuk mengenal kebenaran dan mendidik kita untuk setia pada kebenaran.
2. Waktu dalam bersaat teduh
Sebenarnya tidak ada waktu yang paling baik dalam bersaat teduh, karena pada dasarnya kita dapat membaca dan merenungkan Firman Tuhan kapan saja. Sekalipun demikian, pemilihan waktu yang tepat akan sangat menentukan proses saat teduh yang kita lakukan. Kalau begitu, kapan waktu yang tepat itu? Tentu itu tergantung dari diri kita masing-masing. Yang penting, ada suasana teduh dan tenang saat kita bersaat teduh. Suasana yang demikian akan sangat menolong kita untuk berkonsentrasi dan mendapat sesuatu dari Firman yang kita baca (bnd. Mat. 6:6).
Dalam Mrk. 1:35, dikisahkan tentang Tuhan Yesus yang berdoa pada pagi-pagi sekali sewaktu hari masih gelap. Tempat yang dipilih pun adalah tempat yang tenang. Di situlah Ia dapat berkonsentrasi dalam bersaat teduh untuk mendapatkan kekuatan spiritual guna melanjutkan karya-Nya di dunia.
Bukan berarti bahwa kita harus bersaat teduh pada pagi-pagi sekali, sama seperti Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus juga biasa berdoa pada malam hari (Mat. 14:23, ”Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ”). Oleh karena itu, yang penting bukan kapannya, tetapi waktu yang tepat; tepat karena ada suasana teduh dan tenang, tepat karena kita bisa dengan sungguh-sungguh membaca Alkitab untuk mencari tahu apa kehendak-Nya bagi kita, tepat karena kondisi fisik kita masih memungkinkan untuk berdoa kepada-Nya. Kalau waktu yang tepat itu adalah pagi hari, ya… lakukanlah pada pagi hari. Kalau waktu yang tepat itu adalah malam hari, sebelum tidur, ya… lakukanlah pada malam hari. Yang penting, kita tetap melakukan saat teduh di waktu yang tepat.
3. Tempat bersaat teduh
Sejalan dengan pembahasan di atas tentang waktu dalam bersaat teduh, maka tidak ada tempat yang paling baik dalam bersaat teduh. Dalam Alkitab, Tuhan Yesus berkali-kali berdoa di sebuah bukit, di tempat yang sunyi (bnd. Mat. 14:23; Mrk. b:46; Luk. 6:12). Mengapa bukit menjadi tempat favorit-Nya? Yang pasti, bukit dipilih bukan karena tempat itu lebih tinggi dan karenanya lebih dekat ke sorga atau dengan kata lain doanya lebih cepat didengar oleh Allah Bapa.
Tempat itu dipilih karena menyediakan suasana yang teduh dan tenang. Suasana itu adalah prasyarat bagi saat teduh yang baik dan berkualitas. Lagipula, dalam kesempatan yang lain, Tuhan Yesus menyuruh para pendengar-Nya untuk berdoa di kamar yang terkunci (Mat. 6:6). Di balik pengajaran itu, sebenarnya terkandung pemahaman bahwa saat teduh itu harus dilakukan dalam suasana yang teduh, tenang, serta bukan dalam semangat untuk memamerkan kepada orang lain bahwa diri kita adalah orang yang saleh, yang ditunjukkan dengan seringnya berdoa (bersaat teduh). Jadi, dapat dikatakan bahwa tempat yang baik dalam bersaat teduh adalah tempat yang menyediakan suasana teduh dan tenang. Oleh karena itu, kita tidak terikat pada kamar di rumah kita. Kita juga bisa bersaat teduh di villa saat retreat pribadi misalnya. Hal yang penting adalah bahwa tempat itu haruslah mendukung kita bersaat teduh secara berkualitas.
4. Langkah-langkah praktis dalam bersaat teduh
Sebenarnya, ada sejumlah langkah praktis untuk melakukan saat teduh, misalnya: diawali dan diakhiri dengan nyanyian. Tetapi secara umum, bersaat teduh dapat dilakukan dengan langkah demikian:
a. Berdoalah. Sebelum kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan, diharapkan kita berdoa terlebih dahulu. Kita berdoa supaya Roh Kudus memberi penerangan kepada kita, sehingga bagian Alkitab yang kita baca sungguh-sungguh memberi arti dan makna bagi hidup kita. Kita pun dimampukan untuk memahami berita Alkitab dari masa lalu untuk diterapkan pada masa kini. Jadi, untuk memahami isi Alkitab diperlukan bantuan Allah sendiri, tidak bisa dan tidak boleh bergantung pada pengertian diri sendiri.
b. Bacalah. Saat ini, ada daftar bacaan harian yang diterbitkan oleh LAI selama setahun (biasanya juga dicantumkan dalam warta jemaat mingguan). Atau, kalau kita tidak mempunyainya, kita dapat memanfaatkan daftar bacaan yang tertera dalam buku renungan yang biasa kita pakai (spt: Saat Teduh, Renungan Harian, Santapan Harian, dsb). Dalam membaca Aikitab, tentu kita tidak boleh tergesa-gesa, sehingga kita tidak bisa menangkap maknanya. Membaca Alkitab tidak sama seperti membaca buku komik, yang dapat dibaca sekilas saja.
c. Renungkanlah. Seusai kita membaca Alkitab, ada baiknya kita merenungkan terlebih dahulu hal-hal di bawah ini. Ada baiknya kita tidak langsung membaca buku renungan yang kita punyai. Buku itu hanya menolong kita saja. Oleh karena itu, yang penting adalah proses pemaknaan secara pribadi terhadap teks Alkitab yang kita baca. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat menolong kita untuk merenungkan teks Alkitab itu secara pribadi, yaitu:
 Apa saja yang kubaca. ada peristiwa apa? Hal apa yang menarik? Siapa yang menjadi tokoh atau pusat berita? Adakah kaitan dengan ayat atau perikop sebelumnya?
 Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku melalui nas tadi. adakah janji terungkap di sana? Apakah Allah memberi peringatan dalam ayat itu? Adakah teladan yang bisa kita pelajari? Dst.
 Apa responku adakah hal-hal spesifik dalam hidupku kini yang disoroti oleh pesan Firman Tuhan tsb.? Apa responku terhadap firman itu agar menjadi bagian dari hidupku?
d. Bandingkanlah hasil perenungan pribadi kita dengan buku renungan yang kita miliki. Kalau ternyata hasilnya berbeda, jangan kecil hati. Bukan berarti kita salah dalam memahami pesan Firman Tuhan. Perbedaan itu justru memperkaya pemahaman yang bisa kita dapat dari teks Alkitab yang dibaca.
e. Berdoalah kembali di akhir perenungan kita. Kita berdoa supaya pesan Firman Tuhan itu dapat terus kita ingat dan lakukan. Kita pun boleh mendoakan berbagai hal lainnya, spt: kegiatan di sepanjang hari yang akan kita lalui (kalau saat teduh dilakukan pagi hari); kegiatan yang sudah kita lakukan (pada malam hari); keluarga yang kita kasihi dsb.
f. Periksalah apakah kita sudah melakukan pesan Firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita bersaat teduh di pagi hari, maka kita dapat memeriksa diri kita pada malam harinya. Jika kita bersaat teduh di malam hari, maka kita dapat memeriksa diri pada keesokan malamnya saat kita bersaat teduh kembali. Langkah ini menjadi penting, sebagai proses evaluasi diri dan juga mengingatkan kita untuk terus termotivasi melakukan dan memberlakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup: Clip ”Priority”
Apakah kita terlalu sibuk? Warren dan Ruth Myers di dalam bukunya yang berjudul ”How to Have A Quiet Time?” mengatakan, “Bila Allah benar-benar penting bagi kita, kita pasti akan menyediakan waktu bagi Dia. Kalau tidak, kita adalah orang Kristen yang gagal.” Langkah untuk memulai saat teduh adalah tindakan. Karena kita berada dekat dengan Tuhan sedekat yang kita sendiri pilih, bukan sedekat yang kita inginkan.” Cerah atau mendungnya kehidupan kita sepanjang hari itu, tergantung bagaimana kita mengawalinya. Oleh karena itu marilah kita mengawali hari-hari kita bersama dengan Tuhan di dalam saat teduh. Amin
Penginjil Robert Summer dalam bukunya yang berjudul, “The Wonder of the Word of God” menceritakan tentang seorang warga Kansas, korban ledakan. Ia tidak menyebutkan namanya. Hanya dikatakannya wajahnya rusak, matanya menjadi buta, dan kedua tangannya putus. Ia baru saja menjadi seorang Kristen. Kekecewaan terbesarnya adalah kondisinya tidak lagi memungkinkannya meneruskan kesukaannya membaca Alkitab.
Pada suatu hari, ia mendengar mengenai seorang wanita di Inggris yang dapat membaca huruf braille dengan memakai bibirnya. Dengan harapan dapat melakukan hal yang sama, dia memesan Alkitab dalam huruf braille. Tetapi ternyata dia mendapati bahwa syaraf pada ujung bibirnya pun tidak dapat berfungsi (tidak peka) lagi sebagaimana mestinya. Jadi, ia tidak dapat membedakan huruf-huruf braille itu. Dalam keputusasaan, ia terus mencoba dan mencoba. Hingga pada suatu hari, ketika ia sedang mencoba membaca huruf-huruf braille dengan bibirnya, lidahnya secara tidak sengaja menyentuh beberapa huruf. Betapa kaget dan senangnya dia, “Aku dapat membaca dengan lidahku.” Saat kisah ini diceritakan Summer, orang itu sudah 4 kali membaca seluruh Alkitab dengan menggunakan … lidahnya.
Read more

Diary Seorang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.
Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya. Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking , penumpang sangat penuh pada hari ini.
Di antara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri di pintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.
Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku di tempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.
Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua di atas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang di tempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.
Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut  apakah di pesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang di dalam pesawat.
Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang di sebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh di meja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan di pinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.
Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan di pinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.
Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah di tingkat tiga di Peking . anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.
Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan di bandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh di tempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.
Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa di mata seorang desa menjadi begitu berharga. Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.
Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
http://4yub.blogdetik.com
Read more

Rindu Melahirkan

Semua uraian diambil dari Kejadian 30:1-24. Ketika berjalan-jalan, Ruben mendapatkan buah dudaim. Buah itu diberikan kepada Lea. Beberapa buah itu diminta Rahel tetapi ditolaknya. Mengapa? Selain sudah tinggal bersama Yakub, Rahel ingin dudaim pula. Karena Lea menolak, Rahel pun menawarnya. Mereka pun sepakat. Lea tinggal dan tidur dengan Yakub, sementara Rahel mendapat buah dudaim.
Sebenarnya, makan buah dudaim merupakan salah satu cara agar mempunyai anak. Dalam kasus ini, kata “mempunyai” harus diperjelas. Mempunyai karena memerintah budak perempuan atau melahirkan anak kandung.
Setelah empat anak Lea lahirkan dan karena Rahel mandul, tak seorang anak pun mereka lahirkan. Karena itu, Bilha dan Zilpa diberikan supaya diperistri Yakub. Namun meski Dan, Naftali, Gad, Asyer anak budak, Bilha dan Zilpa tidak boleh mengklaim anak kandung mereka sebagai anak sendiri. Mengapa? Karena semata-mata melaksanakan perintah dan nama yang tidak diberikan ibu kandung, anak kandung mereka menjadi milik Lea dan Rahel.
Usaha agar melahirkan anak adalah doa dan makan buah dudaim. Doa Rahel adalah doa permohonan karena kemandulannya. Doa Lea adalah ucapan syukur karena Yakub lebih cinta kepada Rahel tetapi Allah bela sehingga Lea beranak empat.
Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Lea mempertahankan atau Rahel meminta buah dudaim. Mengapa? Di Timur Dekat buah dudaim dipahami sebagai simbol birahi karena akar kata yang membentuknya, yaitu dod (love) dan duda’im (apple-love). Buah ini merangsang nafsu birahi dan mengobati kemandulan. Karena khasiatnya, mereka hendak makan buah itu. Namun karena kesepakatan, buah itu dimakan Rahel.
Lea-Rahel sangat berhasrat mempunyai anak. Hasrat ini menjadi semacam “persaingan”. Andaikan dianggap “persaingan”, Lea berhasil “memenangkan” karena tujuh anak telah dilahirkan dan dibela Tuhan karena sikap diskriminatif Yakub yang lebih mencintai Rahel. Namun, di atas semua itu, hasrat mereka adalah mendapatkan cinta karena cinta membuat orang lain  menerimanya. Dalam kasus ini hasrat cinta terpenuhi bukan hanya ketika bersuami, melainkan juga mampu melahirkan anak.

Sumber: Renungan Malam, Maret 2010
Read more

Memahami jati diri kita untuk hidup penuh kuasa dan berkemenangan

Roma 8:15-16; Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.  Oleh Roh itu kita berseru : “Ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Saudara yang kekasih di dalam Kristus; sebab karena kasih karunia kita di selamatkan oleh iman.  Pada waktu kita percaya kepada Injil yang di beritakan kepada kita, maka Allah memateraikan kita dengan Roh Kudus-Nya sebagai milik dan kepunyaan-Nya.  Oleh Roh Kudus itu kita menjadi anak-anak-Nya.  Roh Kudus-Nya mengajari roh kita untuk menyatakan bahwa kita adalah Anak-Nya.  Roh Kudus dan roh kita bersaksi bersama-sama menyerukan : “Ya Abba, ya Bapa!”.  Oleh IMAN maka hati kita percaya dan kita berani menyatakan bahwa kita adalah anak-Nya dan mulut kita mengakui dia adalah Bapa kita.

Perubahan status kita sebagai anak Allah membuat iblis tidak senang.  Ia tidak suka karena secara langsung keberadaan anak-anak Tuhan dimana saja merupakan gangguan bagi dia, oleh karena itu dia selalu berusaha menjatuhkan anak-anak Tuhan dengan berbagai PENCOBAAN dan berbagai persoalan.  Anak-anak Tuhan dimana saja, kapan saja, akan selalu dicobainya, dengan tujuan agar kita jatuh dalam dosa  dan hancurlah kesaksian kita.  Iblis senantiasa melancarkan siasatnya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan, dia mau supaya kita tidak dapat bersaksi dan malu bersaksi.

Saudara, jika engkau oleh karena kegagalanmu maka engkau tidak mau dan malu bersaksi, maka iblis telah berhasil membunuhmu.  Engkau telah dimatikan, sehingga engkau tidak berani dan tidak bebas lagi bersaksi, dia telah mencapai tujuannya di dalam hidupmu.  Paulus menuliskan dalan Roma 5:8-9; Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.  Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.  Dan Yohanes menulis dalam I Yohanes 2:1-2; Anak-anakku, hal kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.  Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.  Akui dosamu, minta ampun pada Tuhan maka pulihlah statusmu, engkau adalah anak Allah yang telah ditebus.  Sebelum di tebus engkau di hargai-Nya, setelah penebusan engkau akan di bela-Nya sebagai anak-Nya.  Yohanes 10:29-30; Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan (genggaman) Bapa.  Aku dan Bapa adalah satu.

Saudara, jangan dengarkan perkataan iblis, dia adalah bapa dari segala pendusta, dia telah kehilangan kuasa dan kekuatannya, dia hanya memiliki kebohongan dan segala tipu daya.  Hati-hati dengan segala perkataannya yang menipu.  Jangan dengarkan dia, karena tidak ada kebenaran berasal dari dia.  Oleh karena itu, jangan mau tertipu olehnya, jangan mau diintimidasi olehnya, jangan mau tertekan karena dia atau stress karena tipu dayanya.  Dengarkan apa yang Yesus katakana, pegang janji-Nya, percayalah kepada firman-Nya dan lakukan, maka engkau akan berbahagia.

Saudara, sebagai anak-anak Tuhan yang telah di tebus dan telah menerima Dia, maka kita telah menerima KUASA, seperti yang Yohanes katakan, Yohanes 1:12; Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya KUASA supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.  Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, akan tetapi semua orang yang percaya kepada Yesus, telah menerima kembali kemuliaan Allah itu karena Allah telah mengaruniakan kemampuan kepada kita yaitu KUASA sebagai ANAK-ANAK ALLAH itulah kemuliaan yang telah dicuri ibils dari manusia sejak di taman EDEN dahulu.  Yesus telah memulihkan keadaan kita.  Yesus sedang membawa kita kedalam proses pemulihan, pembentukan dan pendewasaan, agar kita menjadi serupa dan segambar dengan Allah seperti pada waktu PENCIPTAAN manusia dahulu.  Agar manusia menjadi sama dengan ADAM yang kedua yaitu YESUS KRISTUS.  Allah telah memulihkan keadaan kita.  Kita akan menjadi sama seperti Yesus, yaitu gambar dari Allah yang tidak kelihatan itu.

Saudara, sadarilah keberadaanmu sekarang! Yesus Kristus Allah yang ajaib itu, telah menciptakan engkau kembali menjadi ciptaan baru.  Paulus katakan : “yang lama sudah berlalu dan yang baru telah datang”.  Engkau menjadi saudara dari Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi penebus itu.  Engkau adalah anak dari Yang Maha Kudus, Allah Pencipta Langit dan bumi ini.  Oleh karena itu, jangan biarkan hidupmu tertipu oleh bujuk rayu si jahat, pendusta itu.  Keluar dari keadaanmu yang buruk itu, nikmati hidup sebagai anak Allah yang Maha Kuasa itu.  Nikmati hidup bersama Dia Allah yang telah mengasihimu.  Dia mau bersekutu denganmu, untuk itu Dia menebusmu.  Agar Dia dapat bersekutu, bercengkerama, bersama dengan Roh-Nya engkau menjadi saksi bagi Dia Allah yang baik itu.  Allah mau agar semua orang mengetahui dan merasakan KEBAIKAN hati-Nya.  Agar semua orang dapat menikmati PERDAMAIAN dengan Dia.  Untuk itu kita di tebus.

Allah mau agar kita, anak-anak-Nya hidup dengan berkelimpahan, berkemenangan, dan hidup dengan berkuasa, seperti apa yang Allah rencanakan sewaktu Dia menciptakan manusia dahulu.  Dia mau agar kita dapat menyaksikan kepada dunia ini bahwa Tuhan telah memulihkan hubungan antara manusia dengan Allah oleh karena Kristus telah menderita disalibkan dan mati juga telah di kuburkan dan bangkit dari dunia orang mati untuk menebus manusia dan mendamaikan manusia dengan Allah, Bapa-Nya.  Tuhan mau agar semua orang mendengarkan kabar  baik Injil itu.  Agar semua orang berdamai dengan Dia, Allah Pencipta itu.

Saudara, nikmatilah kuasa Allah yang telah dianugerahkan kepadamu, nikmatilah hubungan yang intim dengan Bapamu Yang Maha Kudus itu.  Tuhan mau agar kita dapat menikmati segala kelimpahan yang Dia sediakan.  Tuhan mau agar kita menikmati segala KEBAIKAN HATI-NYA.  Tuhan mau agar kita memiliki hidup yang berkemenangan terhadap dosa.  Kita telah dimenangkan oleh Tuhan Yesus Kristus, oleh karena itu Tuhan mau agar kita dapat menikmati KEMENANGAN yang telah disediakan.

sumber : http://www.gkkdbp.org
Read more

Sekilas Tentang Jemaat Bukit Zaitun Tongke

Gambar diatas merupakan bangunan Gereja Jemaat Bukit Zaitun Tongke, yang berdiri di atas gunung disekitar kompleks Bukit Zaitun, Jemaat ini merupakan pecahan dari Jemaat Efrata Tongke, pada tahun 2000 tepatnya bulan Juli jemaat ini yang merupakan jemaat Efrata tongke Kolom 3 akhirnya menyepeakati untuk mengadakan Ibadah minggu sendiri, pelaksanaan ibadah minggu tesebut dilaksanakan dirumahnya ibu kena, Rumah tersebut merupakan Rumah pertama diadakan Ibadah Jemaat persiapan Bukit Saitun Tongke, Jemaat persiapan mempunyai Angota yang terdiri kurang dari 50 KK (kepala keluarga), waktu terus berjalan semenjak dilaksanakan_Nya pisah dari Angota Jemaat Efrata Tongke dan menyatakan mendirikan jemaat persiapan, Akhirnya pembentukan pengurus pun di laksanakan dan kepengurusan dari jemaat menyepakati akan berusaha mendirikan bangunan gereja sebelum Tanggal 25 Desember, Kesepakatan tersebut disambut meriah oleh angota jemaat yang tergabung.. dari pisahnya jemaat ini akhirnya jumlah jemaat terus bertambah yakni semua warga yang berdomisili dikebun akhirnya turut mendaptar jadi angota jemaat bukit zaitun, seperti kata mereka, " Dari dulu kami menginginkan hal ini dan akhirnya saat inilah waktunya" dikuti dari berbagai keterangan. dan saat itulah jumlah jemaat telah melebihi dari 50 KK.
Proses pembangunan Gereja terus berlanjut atas kerja sama angota dan pengurus yang telah dipercayakan oleh angota jemaat. untuk membangun suatu bangunan gereja di zaman sekarang ini memang tak mudah, diperlukan dana yang bukan hanya sedikit, tapi khususnya jemaat bukit xaitun tak memandang sebelah mata tentang dana yang harus di gunakan untuk membangun bangunan gereja tersebut, jemaat terus berusaha untuk mendapatkan dana, seingat saya saat ini ada seorang pengusaha yang telah memperhatikan akan keberadaan dari jemaat ini, akhirnya ia mencoba memangil pengurus jemaat guna membicaraan permasalahan yang sedang ia alami, dan ia ingin agar jemaat bisa membantunya. akhirnya kesepakatan pun terjadi dengan jalan membantu pengusaha kebun tersebut untuk membersihkan kebun-Nya dan akan memperoleh bayaran  guna untuk mengisi dana pembangunan yang masih kosong...
tak disangkali atas tindakan jemaat yang dengan semangat untuk bergotong royong, pekerjaan yang cukup beberapa hari untuk dikerjakan akhirnya sehari telah selelsai di kerjakan,

memang peranan jemaat dalam pembangunan suatu Gereja sangat penting, baik itu fisik ataupun nonfisik, pembangunan gereja tidak ada sepersen pun bantuan dari berbagai organisasi gereja bahkan dari sinode pun tidak ada, hal ini telah di usahakan oleh pengurus jemaat guna memperoleh perhatian dari sinode, tapi setahu saya usaha tersebut tidak memperoleh hasil, namun sumbangan masih ada dari sumbangan pribadi baik dari pengusaha setempat.  satu yang saya salautkan atas jemaat ini adalah semuanya seorang pekerja dari berbagai profesis, sehinga proses pengerjaan bangunan gereja mempunya bebeeapa bagian yang bisa dikerjakan oleh jemaat yang tak perlu untuk menyewa tukan kayu ataupun tukan batu untuk mengerjakan, semuanya bisa dikerakan oleh angota jemaat itu sendiri....

akhirnya tepatnya Bulan oktober 2000 acara peletakan batu pertama dilaksanakan, yang dipimpin langsung oleh  pendeta dari jemaat induk Efrata Tongke yakni  Pdt. Ester.lapalu.Sth ( maaf kalau ada salah penulisan nama). dan pada tanggal 09 Desember 2000 dilaksanakanya kegiatan jemaat untuk mendirikan tiang banguna gereja, acara tersebut disambut meriah oleh masyarakat sekitar khususnya jemat persiapan bukit zaitun tongke. dan tepat tanggal 25 Desember 2001 Banguna Gereja tersebut sekalipun belum terdinding namun telah di laksanakan ibadah kebaktian Natal 25 desember 2000 dan selesai Acara ibadah tersebut banyak kegiatan yang dilaksanakan lagi untuk memeriahkan Natal.
Read more

Profil Edwar Chen

Name: Edward Chen
Birthday: August 24th
Major: Bachelor of Industrial engineering
Award:
Best Male Indonesian Gospel Singer  2008.
3rd winner ring back tone favorite gospel artist 2009.
Occupation: Singer, Producer, Songwriter , entrepreneur.
Shoes Size: 42 UK
Shirt Size: M
Favorite Quote:
“Without You Lord, I’m nothing”


A little about me...

Edward Chen adalah seorang penyanyi rohani yang telah membawa warna baru dalam dunia musik rohani Indonesia. Pada awal tahun 2003 Edward Chen memulai karirnya dengan me-release album rohani pertamanya dalam bahasa mandarin. Awalnya album ini tidak diterima di seluruh perusahaan rekaman, dikarenakan album rohani mandarin kurang mendapat respon yang baik apalagi di Indonesia. Namun atas kasih karunia Tuhan, album perdana Edward Chen malah berhasil mencatat rekor penjualan album perdana terbanyak sebagai pendatang baru. Album perdana Edward Chen tidak hanya mendapatkan kesuksesan dari segi penjualan saja, tetapi ada begitu banyak orang dari seluruh kalangan yang sungguh merasa dikuatkan, diberkati, dan bahkan yang belum mengenal Yesus dapat terjamah dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat melalui album perdananya itu.
“..sebenarnya saya tidak pernah bercita-cita ataupun bermimpi menjadi seperti hari ini,karena saya tidak punya pengalaman yang cukup untuk menjadi penyanyi.
Karena di gereja lokal saja untuk menjadi Worship Leader saya tidak pernah..setahu saya penyanyi rohani senior selama ini bermula dari Worship Leader..Tapi saya tau BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL,dan ini ANUGERAH terbesar dalam hidup saya,karena saya dipilih dan diberi kesempatan untuk berkarya dan menjadi berkat bagi banyak orang lewat album album saya.. ”Edward bersaksi.
Sampai tahun 2008 ini, Edward Chen telah me-released 12 album solo. Dan setiap album yang telah dirilis benar-benar berdampak dan mendapat respon yang sangat baik serta membawa kekuatan, pemulihan bagi seluruh pendengar di Indonesia bahkan di luar negeri.
Album-album tersebut juga telah diputar di berbagai radio sekuler dan gospel di Indonesia, serta diputarkan di dalam event-event khusus di Mall-Mall dan Cafe-Cafe kota-kota untuk meramaikan suasana. Bahkan Video Clip yang diambil dari Praise and Worship Mandarin (PW Mandarin) Edward Chen 1 dan album All About Love dan DVD the greatest hits menjadi koleksi MTV Asia dan TV Local baik secara daerah maupun nasional.
Selain terlibat dalam pelayanan ke berbagai kota di Indonesia, Edward Chen yang kerap kali dipanggil EC juga sempat melayani di manca negara diantaranya EC beberapa kali hilir mudik mengisi dunia hiburan rohani di Malaysia, Singapura, USA, Canada, Cina (Nan Ping,Fu Zhou,Shen Zhen), Hongkong, Australia, EC juga menyempatkan diri untuk melayani di Beijing, kota di mana ia pernah menuntut ilmu dan belajar bahasa favoritnya.
Selain di dunia rohani, EC juga tak mau ketinggalan untuk ikut meramaikan dunia hiburan tanah air dengan album sekuler pertamanya yang berjudul All About Love. Kesuksesannya pun semakin berkembang dan menjadikannya salah satu bintang tamu di acara televisi ANTV Oriental Night edisi Valentine 2004 lalu bersama Katon Bagaskara, Dea Mirella, Tere, Alena dan Ronny Sianturi. Pada tanggal 19-23 Februari 2005, EC dipercaya untuk mengisi acara bersama artis Taiwan dan artis nasional di Vietnam. Namun, karena adanya travel warning diakibatkan mewabahnya Virus Flu burung maka acara tersebut dibatalkan. ”..Saya merasa bangga sekalipun acaranya dibatalkan, karena setidaknya saya sempat dipilih untuk mewakili Indonesia untuk perform di Vietnam, karena acara itu katanya pernah mengundang artis papan atas Taiwan dan Hong Kong seperti Andy Lau, F4, 5566, TORO, dll..”kata Edward sedikit menyayangkan. Sampai saat ini EC masih terus berkarya di dunia musik dengan menawarkan album-album terbarunya dan video-video clip untuk menjadi berkat dan menjadi penyanyi gospel yang berpengaruh bagi dunia musik di Indonesia dan manca negara.http://www.edwardchenmusic.com
Read more

Pengurus Gereja Jemaat Bukit Saitun

Susunan Pengurus Inti


Bidang Pelayanan


Ketua  :     Pdt, Edison Tinunde
Wakil  :     Hermina Dapiruru
Sekertaris :     Yakup Adiwa
Bendahara  :     Anto Bangkeke
Anggota   :     Asmina Adiwa


Komisi Bapak


Ketua    : 
Wakil    :
Sekertaris   :
Bendahara  :        

Komisi Ibu

Ketua     : 
Wakil     :
Sekertaris    :
Bendahara  

 
Komisi Pemuda Remaja

Ketua     : 
Wakil     :
Sekertaris    :
Bendahara  

Komisi Sekolah Minggu 

Ketua           : 
Wakil           :
 
Bidang Pembangunan

Ketua        :  Herson Gandey
Sekertaris     :  Yusna Manjong
Bendahara     :  Manto Gandey
Read more

4 Rahasia Mengalahkan Musuh Raksasa Yang Menghadang

“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” 1 Samuel 17:45Goliat merupakan seorang pendekar dari tentara Filistin dan memiliki postur tubuh yang tinggi besar bagaikan seorang raksasa. Dengan perlengkapan senjata yang lengkap, dia menantang bangsa Israel apakah ada yang berani untuk maju berperang dengan dia satu lawan satu. Seluruh bangsa Israel yang pada waktu itu dipimpin oleh Saul menjadi takut kepada Goliat. Tidak ada satupun orang yang berani maju melawan Goliat.

Lain halnya dengan Daud, pada waktu itu ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Daud melihat kejadian itu dan mendengar suara Goliat yang menantang bangsanya.
Daud tidak takut dan justru memutuskan untuk maju melawan Goliat. Tentunya hal ini mengejutkan semua orang yang mendengarnya. Dengan penuh keyakinan Daud maju berperang melawan Goliat.

Apakah yang menjadi rahasia Daud untuk mengalahkan musuh raksasa yang menghadang?
  1.  Tidak Tawar Hati
    “Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” ” 1 Samuel 17:32

    Seluruh bangsa Israel langsung merasakan ketakutan dan menjadi tawar hati karena mereka merasa tidak mungkin dapat mengalahkan Goliat. Tidak ada yang berani maju melawannya karena Goliat mempunyai postur tubuh yang sangat besar dan sudah sangat berpengalaman dalam berperang.
    Di atas kertas, kekuatan Goliat jauh di atas kekuatan rata-rata prajurit yang ada di bangsa Israel. Dan sudah dapat dipastikan siapapun yang melawan Goliat, pasti akan langsung dihabisi olehnya. Itulah sebabnya bangsa Israel menjadi tawar hati, karena merasa tidak mungkin dapat mengalahkan musuh mereka.


    Berbeda dengan Daud yang tidak gentar sedikitpun walau melihat dan mendengar perkataan Goliat. Daud bahkan memberikan semangat kepada bangsa Israel untuk tidak menjadi tawar hati dalam menghadapi Goliat.
    Sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, kita tidak boleh menjadi tawar hati. Kita harus belajar menjadi kuat dan tegar dalam menghadapi persoalan apapun. Bahkan seperti Daud, kita tidak hanya menjadi kuat, tetapi juga memberi kekuatan bagi orang lain.

  2. Pengalaman Hidup
    “Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
    maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
    Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

    Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” ” 1 Samuel 17: 34-37

    Daud mempunyai pengalaman tersendiri dalam menggembalakan domba. Begitu banyak binatang buas yang ingin menerkam domba-dombanya. Tetapi Daud sanggup melawan dan mengalahkan binatang-binatang buas tersebut.
    Mungkin orang-orang menganggap hal itu biasa dan tidak dapat dibandingkan dengan melawan Goliat. Tetapi pengalaman yang dimiliki Daud menjadi bekal bagi Dia untuk menghadapi masalah-masalah baru yang bahkan jauh lebih besar.
    Dan Daud sangat yakin bahwa Tuhan yang telah menolong dia di masa-masa yang telah lewat, maka Tuhan juga yang akan menolong dia di masa-masa yang akan datang.
    Bukankah kita juga telah melalui berbagai macam pencobaan, masalah, persoalan, penyakit dan lain sebagainya? Bukankah Tuhan telah menolong kita sehingga kita dapat melalui semuanya itu dengan tidak kurang suatu apapun?
    Jika Tuhan telah dan pernah menolong kita di masa-masa yang telah lewat, apakah Tuhan tidak akan menolong kita di masalah yang saat ini kita hadapi? Apakah Tuhan tidak akan menjaga hidup kita?
    Tuhan pasti tetap akan menolong kita. Dia pasti tidak akan meninggalkan kita. Pengalaman-pengalaman yang telah kita lalui dapat membuat kita semakin yakin bahwa Tuhan tidak akan melupakan kita. Dia sendiri yang akan turun tangan mencurahkan kuasaNya dan menolong kita dalam masalah yang sedang kita hadapi.
    Kita harus yakin bahwa Tuhan yang telah menolong kita di masa-masa yang telah lewat, Tuhan juga yang akan menolong kita pada saat ini maupun di masa depan.
  3. Bersandar Pada Allah
    “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
    Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
    dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” ” 1 Samuel 17:45-47

    Ada dua pola pikir yang berbeda yang dapat kita lihat pada saat pertempuran Daud melawan Goliat. Di satu sisi Goliat sangat mengandalkan kekuatan dan kemampuannya secara fisik untuk berperang dan sangat yakin bahwa siapapun lawannya, dia pasti akan menang.
    Di sisi lain Daud melihat bahwa kekuatan, kemampuan dan peralatan tempur bukanlah segalanya, tetapi kuasa Tuhanlah yang memegang peranan penting dalam pertempuran yang dihadapinya.
    Daud benar-benar mengandalkan Tuhan dalam pertempurannya. Daud benar-benar berharap kepada kuasa Tuhan untuk bekerja di dalam dirinya. Daud bersandar kepada kekuatan Tuhan dalam pertempurannya.
    Dalam menghadapi persoalan atau masalah, ada kalanya Tuhan menuntut kita untuk bersandar sepenuhnya kepada Dia. Kepintaran atau kepandaian memang membantu kita dalam mengambil keputusan. Tetapi ada saatnya kita harus meletakkan kekuatan kita dan benar-benar bersandar kepada kuasa Tuhan.
    Dengan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan yang akan bertempur bagi kita. Dia yang akan berperang bagi kita dan memberi kita kemenangan demi kemenangan.
  4. Melangkah Dengan Iman
    “Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
    Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.” 1 Samuel 17:49-50

    Daud tidak menggunakan metode yang canggih dan hebat dalam menghadapi Goliat. Daud tidak menggunakan senjata, perisai ataupun tombak. Daud hanya menggunakan batu dan diumbankan ke arah Goliat.
    Tetapi mujizat justru terjadi saat Daud melakukan hal “kecil” tersebut. Batu yang diumbannya mengenai dahi Goliat hingga terbenam ke dalam kepalanya. Goliatpun terjatuh dan kalah di tangan Daud.
    Untuk dapat menang dalam masalah yang sedang kita hadapi, kita hanya perlu berani untuk melakukan langkah yang sederhana. Kita tidak perlu terlalu kuatir dan memikirkan banyak hal yang terlalu rumit. Hanya perlu keberanian saja untuk dapat melangkah.
    Jangan tunda-tunda apa yang dapat kita lakukan. Jangan kuatir dan takut untuk melakukan keputusan. Jangan ragu untuk melangkah maju. Satu langkah sederhana dapat membawa kita kepada kemenangan. Haleluya!
“Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?
Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;
yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;
yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga.” Mazmur 18:32-35" source : http://www.pelitahidup.com
Read more

Rahasia Untuk Tetap Mendapat Berkat Berkelimpahan

“Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.” Lukas 17:15-16

Mari kita lihat kisah dalam Lukas 17:11-19 ini, tentang sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus:


‘Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” ‘

Ketika mereka mengalami sakit-penyakit yang sangat parah, mereka beramai-ramai datang kepada Yesus dan berteriak agar Dia menyembuhkan penyakit mereka. Mereka sadar bahwa Yesus berkuasa untuk menyembuhkan segala penyakit yang ada, oleh karena itu dengan penuh keyakinan mereka berseru dan meminta kepada Yesus agar penyakitnya disembuhkan.
Tidak hanya itu saja, mereka juga mengikuti perintah yang diberikan oleh Yesus. Mereka melangkah dengan iman dan percaya bahwa mereka pasti disembuhkan.
Kesepuluh orang kusta tersebut sembuh dari penyakit yang mereka derita. Dan sudah seharusnyalah mereka bersyukur dan datang kepada Yesus untuk mengucapkan terima kasih, serta mempersembahkan hidup mereka bagi kemuliaan namaNya. Tetapi tidak demikian yang terjadi. Ternyata hanya satu dari sepuluh orang yang datang kembali kepada Yesus dan memuliakan namaNya. Bahkan Yesus-pun heran dan bertanya kemana orang-orang lain yang telah disembuhkan olehNya.
Kita dapat melihat bahwa Tuhan telah menyiapkan berkat lainnya bagi mereka yang mau setia datang kepadaNya. Tidak hanya kesembuhan yang diterima satu orang yang kembali itu, tetapi dia juga menerima berkat lainnya yaitu berkat keselamatan yang dari Tuhan.
Banyak orang yang ketika dalam masalah, mereka berbondong-bondong datang ke gereja, rajin beribadah, mengikuti setiap kegiatan doa dan acara apapun yang diadakan di gereja. Mereka beranggapan bahwa dengan cara itu mereka akan mendapatkan jawaban atas masalah yang mereka hadapi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tuhan memang tidak pernah berhutang kepada setiap orang yang datang kepadaNya, berseru dan meminta kepadaNya. Dia akan memberikan jawaban bagi setiap doa dan pergumulan kita. Tetapi sebagian besar orang justru lupa untuk memuliakan nama Tuhan ketika mereka telah lepas dari masalah yang mereka hadapi.
Mereka mulai mengurangi kegiatan yang tadinya diikuti. Mereka mulai disibukkan dengan berbagai hal. Dan berbagai alasan muncul untuk menghindari kegiatan beribadah. Padahal bukan itu yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin agar kita tetap setia dan dekat kepadaNya ketika kita telah lepas dari segala masalah. Tuhan ingin agar kita semakin intim dengan Dia. Dan Tuhan rindu agar kita tetap memuji dan memuliakan namaNya di saat kita sudah menerima jawaban atas doa-doa kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Jangan pernah lepaskan kasih karunia Tuhan ketika kita sudah menerima jawaban doa-doa kita. Jangan lupakan betapa baiknya Tuhan kepada kita, karena Dia telah menyembuhkan kita, memulihkan kita, memberi kita kekuatan, memberi kita pekerjaan, memberi kita kesuksesan dalam karir, memberi kita jalan keluar atas bisnis kita, dan lain sebagainya.
Tetap jaga hubungan kita dengan Tuhan walaupun kita sudah menerima jawaban atas masalah kita. Jangan pernah lengah, karena iblis selalu mencari kesempatan di saat-saat kita lengah. Dan ketika kita tetap menjaga hubungan intim dengan Tuhan, maka Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat lainnya dalam kehidupan kita. Berkat-berkat yang tidak pernah kita pikirkan dan tidak pernah kita lihat akan kita terima dalam kehidupan kita.
Mari kita senantiasa menjaga hubungan kita dengan Tuhan pada saat Dia telah memberikan kemenangan atas masalah-masalah yang kita hadapi. Jangan lepaskan kesetian kita kepada Tuhan dan terimalah berkat berkelimpahan yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Haleluya!

“Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.” Lukas 19:17
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Matius 24:45-46

Source : http://www.pelitahidup.com
Read more

DAMAI DAN BERSATU DITINJAU DARI SISI AGAMA

1. Ditinjau menurut ajaran Agama Islam.

Alam Demokrasi telah memberikan corak tersendiri dalam segala aspek dan sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih dewasa ini bangsa Indonesia sedang melaksanakan pesta Demokrasi dimana Pemilu legislatif dan pilpres 2009 telah dan akan segera berlangsung. Untuk itu diperlukan adanya tingkat kesadaran yang tinggi bagi masyarakat, sehingga hajat tersebut dapat berjalan lancar dan sukses dalam suasana damai dan bersatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun demikian perlu kita waspadai bersama karena kondisi yang demikian sangat rentan terhadap munculnya berbagai bentuk ketidakpuasan, baik yang disebabkan oleh kepentingan perorangan maupun kepentingan kelompok, yang apabila tidak direspons dengan arif akan dapat menimbulkan perpecahan. Mereka tidak malu saling cemooh, cerca satu sama lainnya sehingga tanpa disadari dapat memicu terjadinya permusuhan dan perpecahan satu sama lainnya.

Sebagai umat muslim yang berada di bawah naungan agama Rahmatan lil'aalamiin seharusnya menyadari bahwa Islam sangat menghendaki adanya kesatuan umat (ummatan waahidah) penuh persatuan dan kesatuan dalam kehidupan yang penuh kedamaian, saling hormat- menghormati, harga menghagai antara satu sama lainnya sehingga melahirkan rasa persaudaraan dan kedamaian diantara sesama umat manusia.

Untuk itu kiranya perlu adanya penerangan kepada umat akan pentingnya menciptakan suasana damai dan bersatu yang dilandasi dengan rasa persaudaraan dan kesatuan sehingga kita dapat merasakan ketentramanan dan ketenangan hidup bermasyarakat. Dalam hal ini Rosulullah SAW telah mencontohkan bagaimana membangun suatu bangsa yang kokoh kuat melalui :

1. Ukhuwah Islamiyah, yaitu bahwa antar sesama umat islam harus terjalin suatu persaudaraan yang kokoh, jangan karena kepentingan pribadi ataupun golongan menyebabkan timbulnya perpecahan, perbedaan pandangan dan perbedaan pendapat harus dijadikan sebagai suatu hikmah yang dapat memperluas pengetahuan dan mempererat persaudaraan, karena sesungguhnya "Perbedaan itu adalah Rahmat" (Al-Hadits),harus membawa kedamaian.

2. Ukhuwah basyariyah, atau persaudaraan antar sesama manusia. Betapa indahnya persaudaraan yang telah dicontohkan oleh Rosululloh ketika beliau hendak menciptakan ketentraman dan keamanan kota Madinah yang kemudian melahirkan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Piagam Madinah. Diantara isi dari perjanjian itu adalah bahwa "Kaum Yahudi hidup damai bersama-sama kaum muslimin; kedua belah pihak bebas memeluk dan menjalankan agama masing-masing. Kaum Muslimin dan Kaum Yahudi wajib nasehat-menasehati, tolong-menolong dan melaksanakan kebajikan dan keutamaan". Inilah pilar perdamaian dan persatuan yang telah dibangun Rosululloh SAW pada saat itu.

3. Ukhuwah Wathoniyah. Yaitu mencintai tanah air dengan sepenuh hati, jiwa raga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Cinta tanah air adalah sebagian dari iman" (Al-Hadits).

Inilah tiga langkah konkrit yang yang Insya Allah dapat mewujudkan suatu Bangsa yang DAMAI DAN BERSATU dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


2. Ditinjau menurut ajaran Agama Protestan.

Motto/slogan tentang persatuan dan kesatuan saat ini jarang terdengar/gemakan lagi. Tidak seperti jaman perjuangan memperebutkan kemerdekan dimana motto/slogan ini menjadi alat : yang ampuh untuk mendorong/motivasi dan menggerakkan semua elemen masyarakat berjung bahu membahu memperebutkan/mendapatkan kebebasan dari para penjajah. Ada pepatah mengatakan " bersatu kita teguh bercerai kita runtuh " Pengkondisian damai tidak semuanya membawa orang membawa kepada damai sejati.

Tanpa sikap Kritis bisa menjadi orang/kelompok jatuh kepada damai semua kata damai Alkitab berasal dari kata Shalom ( Ibrani ) maupun Eirene ( Yunani ) dipahami sebagai situasi tanpa perang perselisihan atau kesulitan (aman, nyaman, tentaram, sejahtera ). Apabila damai di pahami setiap individu maka konflik akan terhindarkan.

Damai sejahtera salah satu tanda atau perwujudan dari kerajaan Allah Maz 133 : 1 menyatakan " Sungguh alangkah baik dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ". Orang-orang dalam gereja sudah mengerti ajaran kasih, tidak boleh saling membenci dan haruslah ia mengampuni musuhnya, dan dan bila ini diterapkan oleh setiap orang yang mengaku percaya kepada Yesus maka gereja akan menjadi terang dn garam bagi dunia seperti yang amanatkan oleh Tuhan Yesus Kristus karena,staus mereka sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalam satu Roh. Dalam Yoh 17 : 20-26 Tuhan Yesus berdoa agar muridnya bersatu.

Begitu pentingnya persatuan bagi Tuhan Yesus sehingga Ia berdoa agar orang percaya menjadi pembawa damai dan pemersatu seperti Motto Kodam Jaya " Damai Dan Bersatu ". Hal ini akan terwujud jika masing-masing individu memiliki kasih seperti yang tertulis di dalam 1 Kor 13 : 1-13 Yang dapat direnungkan sebagai berikut Firman Tuhan mengatakan sekalipun seseorang mempunyai pengetahuan yang luar biasa menurut ukuran dunia,pandai,cerdas,jenius, disebut sebagi Profesor, ilmuan, cendikiawan, pemikir, dan lain sebagainya, namun tanpa kasih, tak satupun yang ia akan ketahui memiliki arti. Kecerdasan tanpa kasih adalah nol besar!. Oleh karena itu damai dan bersatu akan terwujud jika semua orang memiliki kasih.

3. Ditinjau menurut ajaran Agama Katolik.

Kecenderungan sikap hidup kebanyakan manusia di zaman modern sekarang ini adalah egois, yaitu kecenderungan cinta diri, mementingkan kelompok atau golongannya. Orientasi hidupnya mengarah pada hidup keduniawian yang mengabaikan atau menomorduakan hidup surgawi , hidup penuh damai, damai di dunia maupun damai pada kehidupan kelak. Sikap hidup manusia yang demikian ini, menjauhkan manusia pada Allah Bapa sumber damai itu sendiri.


Sebelum dunia ini jauh dari hidup damai dan jatuh pada perselisihan, perpecahan, permusuhan dan sebagainya, Allah telah berfirman dan memerintahkan kepada anak-anak-Nya untuk membawa damai, karena dengan demikian akan disebut anak-anak Allah (Mat 5 :9). Maka untuk hidup damai ini mempunyai syarat pertama-tama, yaitu dengan kemerdekaan/kebebasan manusia mau berdamai dengan Allah Bapa sumber damai, selanjutnya membawa hidup damai itu pada sesama manusia tanpa memandang perbedaan apapun yang ada pada sesama manusia, Dengan berdamai pada Allah dan sesama secara bebas, maka akan tercipta suatu persatuan, karena manusia merasa sebagai saudara dihadapan Tuhan. Sebagai contoh yang patut diteladani dalam menciptakan damai dan bersatu yaitu contoh dari hidup Yesus yang selalu hidup berdamai dan dalam kehendak Allah Bapa, seluruh hidup-Nya diberikan untuk manusia, siapapun tanpa melihat perbedaan yang ada padanya termasuk musuh sekalipun. Maka sebagai anak-anak Allah , umat Katolik mempunyai tugas menghadirkan damai di dunia seperti di dalam sorga, sebagai syarat menciptakan persatuan-kesatuan khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama. Umat Katolik juga diingatkan oleh Alm. Bapa Uskup Mgr. Soegiyopranoto, yaitu untuk menjadi Umat Katolik 100% dan Warga Negara Indonesia 100%. Tuhan memberkati.


4. Ditinjau menurut ajaran Agama Hindu.
Dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan pada siklus kehidupan seperti peristiwa atau kejadian yang tak ada henti-hentinya yakni kebaikan dan keburukan, sakit dan sehat, bahagia dan menderita, senang dan susah, kesemuanya berada dalam diri manusia dan dunia yang maya ini. Apabila kita telah benar-benar dapat melaksanakan Dharma dan mengakui keagungan Dharma secara konsekwen dalam bentuk amalan dan kebajikan yang tiada terikat oleh gejolak nafsu keduniawian atau melaksanakan subhakarma/kebaikan dengan setulus hati, sehingga mencapai moksa yaitu manunggalnya Atma dengan Paramaatma (kedamaian yang kekal abadi).

Damai dalam ajaran Agama Hindu adalah Jagadhita, dimana Jagadhita ini merupakan tujuan terakhir. Didalam kitab suci Weda dijelaskan sloka " Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma " yang artinya tujuan Dharma atau agama adalah untuk mencapai kebahagiaan lahir dan bathin.

Dalam Kekawin Sotasoma disebutkan " Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Magrwa " yang artinya walaupun berbeda tetapi tetap satu. Dengan adanya kedamaian/Jagadhita sehingga tercapai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kewajiban yang dianjurkan oleh agama berupa Dharma seakan-akan kita rasakan seperti memaksa tetapi kita harus yakin bahwa sesungguhnya Dharma itu sangat agung serta merupakan jalan utama untuk mengatur kehidupan manusia, kehidupan semua mahkluk bahkan juga peredaran yang harmonis dari alam semesta ini.

Didalam ajaran agama Hindu disebutkan bahwa Dharma diumpamakan sebagai perahu, maka kami mengajak anda untuk mengambil perumpamaan yang lebih mendalam lagi, yaitu diumpamakan kita sebagai pengemudi, layarnya adalah perasaan atau emosi, kemudinya adalah akal atau pikiran kita, hembusan angin kita umpamakan sebagai hawa nafsu, sedangkan air samudera merupakan benda-benda duniawi. Maka sebagai pengemudi perahu yang bijaksana harus senantiasa dapat mengendalikan layar dari hembusan angin. Begitu pula terhadap gelombang dan badai dari air samudera harus dapat dimanfaatkan agar perahu kita dengan selamat sampai kepantai tujuan, karena tanpa air samudera, perahupun tak akan dapat berlayar. Yang terpenting bagi sipengemudi ialah bagaimana upaya mengendalikan layar dengan kemudi perahu itu agar tidak tenggelam ditengah lautan atau dengan kata lain bagaimana mengendalikan emosi dengan olah pikir yang bijaksana agar jiwa kita tidak terjerumus kedalam lautan dosa dan duka nestapa. Maka jangan sekali-kali terperangkap oleh amukan gelombangnya. Sehubungan dengan itu kita harus selalu waspada dan mampu menggunakan olah pikir yang bijaksana didalam mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan gelombang tantangan yang akan menyeret kita kearah nafsu dosa dan pintu neraka. Oleh karena itu dapat kita simak dan jadikan bahan renungan kita bahwa makna dan intisari dari keagungan Dharma / damai dan bersatu, hendaknya dapat kita jadikan pedoman sebagai motivasi didalam gerak pikir, bicara maupun bertingkah laku ( Tri Kaya Parisudha ).

Dalam kitab Sarasamuscaya sloka 89 menyebutkan :

" Nyayeki kadeyakenaning wwang, ikang budhi masih ring sarwa praning, yatika pagehakena. Haywa ta dengki, haywa ta engin, haywa ta humatamayam ikang wastu tan hana, wastu tan yukti kuneng, haywa ika ingenangen ".

Artinya :

Bahwa, inilah yang hendaknya orang perbuat, perasaan hati cinta kasih kepada segala mahluk hendaknya itu tetap dikuatkan janganlah menaruh dengki iri hati, janganlah menginginkan dan jangan merindukan sesuatu yang tidak ada, janganlah hal itu dipikir - pikir.

Jadi kehidupan bermasyarakat menurutajaran Agama Hindu adalah merealisasikan segala daya dan kemampuan anggotanya untuk menjadi manusia yang integral yang memiliki kemauan untuk menciptakan suatu kehidupan yang sejahtera lahir batin dan yang terpenting sekali bahwa manusia sebagai hamba Tuhan, hendaknya memiliki keyakinan diri dan ketaatan pada ajaran-ajarannya yang menuntun umat manusia menuju jalan kebaikan yang dilandasi oleh ajaran Dharma dalam hal ini kedamaian.

Dari uraian tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa kebahagiaan, kedamaian /jagadhita, persatuan dan kesatuan didasari oleh kedamaian yang kekal abadi.

Dengan demikian slogan Kodam Jaya Damai dan Bersatu selaras dengan ajaran agama Hindu yang mengajarkan tentang cinta kasih, kedamaian dan kebenaran yang tertuang didalam filsafat ( tattwa ) bahwa ajaran agama Hindu membimbing umatnya untuk mencapai kesempurnaan hidup seutuhnya, oleh sebab itu ajarannya mengajarkan pendidikan sila dan budi pekerti yang luhur untuk membina umatnya menjadi manusia susila demi tercapai kebahagiaan lahir dan bathin.

Penulis: Letkol Caj Drs. Muhammad Zaid
Sumber : http://www.kodam-jaya.mil.id
Read more

Kasih yang diberikan oleh Tuha

Apakah kita pernah merasakan kasih tuhan yang ada di dalam hati kita?? Apa itu kasih tuhan?? Bagaimana kita dapat merasakan kasih tuhan??

Kasih tuhan merupakan kasih yang diberikan oleh tuhan yang berada di dalam hati. Tinggal bagaimana hati merasakan kasih tersebut. Untuk merasakan kasih tersebut, ada beberapa tips yang akan aku berikan kepada kalian semua.

Tipsnya adalah santai, senyum, pasrah, mata dipejamkan, biarkan otak tenang. Kenapa otak harus tenang?? Alasannya adalah supaya tidak mencari, tidak berpikir, dan tidak mengamati. Yang dapat merasakan kasih tuhan adalah HATI. Nah….mudahkan?? Ga susahkan??? Setelah melakukan tips tersebut coba rasakan kasih tuhan untuk masuk ke dalam hati diri masing2. Rasakan kasih tuhan masuk terus-menerus ke dalam hati. Jangan mengamati, mencari, dan berpikir. Coba rasakan kasih tuhan yang begitu indahnya, membuat perasaan yang di hati menjadi lebih bahagia, senang, damai, tentram, dsb. Rasakan itu semuanya. Nikmati keindahan kasih tuhan yang ada di dalam hati. Lakukan ini selama 3 menit. Mo tau hasilnya bagaimana?? Hati kalian akan merasa bahagia, senang, dsb.

Asik kan???

Nah kalo kalian sedang bete, stress, marah, kesel, dsl. Cobalah untuk melakukan tips tersebut. Niatkan dari hati untuk melepaskan masalah2 dan beban yang ada di dalam hati. Rasakan….Nikmati….kasih tuhan. Masalah2 dan beban2 yang kalian miliki akan hilang, dan perasaan menjadi tenang, bahagia.

Sebenarnya hati kita itu penuh dengan kotoran. Kotoran2 itu berasal dari di kita juga. Untuk kita harus lebih dekat lagi dengan tuhan, dengan cara seperti itu, ditambah dengan doa2 menurut kepercayaan masing2.

Jangan pernah untuk berpikir kalo tuhan itu jahat, menyebalkan, dsb. Tuhan sebenarnya tidak jahat. Kalo tuhan jahat, kalian tidak akan seperti sekarang ini. Kalian tidak akan pernah untuk sukses. Tuhan memang baik dan mau mendengarkan doa2 kita. Tinggal bagaimana kita untuk bersabar. Kesabaran tiada batasnya.

Kasih tuhan memang tiada batasnya. Kasih Tuhan akan selalu berada di dalam hati kita untuk selama-lamanya. Kasih Tuhan memang indah banget…..

Semoga kita dapat merasakan kasih tuhan di dalam hati kita masing2.

Salam dalam kasih tuhan
Read more

Kisah Pilu Marthin, Ayah Kiki Idola Cilik

Sudah tengah malam begni nda tau ngapain akhirnya saya memutuskan untuk buka laptop dan online sampai saya menemukan suatu cerita dari salah satu website http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com yang sangat menarik untuk dibaca dan renungkan..yuk mari kita baca kembali ceritanya:

    Siapa yang tak mengenal Kiki? Semenjak memenangkan kontes penyanyi cilik yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta, nama Kiki memang semakin terkenal. Penampilan bocah 12 tahun itu telah memikat jutaan pemirsa terutama anak-anak sebayanya. Namun di balik kesuksesan Kiki, terdapat kisah sang ayah yang sangat mengenaskan.

Dahulu, ayah Kiki, Marthin Egeten diminta bantuan oleh atasannya untuk membetulkan mesin yang trouble.

“Teman saya waktu itu sempat memberi isyarat pada saya bahwa ada percikan api yang keluar dari atas. Saya kaget! Saya tidak bisa berbuat apa-apa sewaktu itu. Refleks, tangan kanan saya menutup mata saya. Saya bingung bagaimana harus keluar dari situ sewaktu itu. Saya tidak bisa keluar karena saya tutup mata saya. Dan api tetap membakar tubuh saya. Saya sudah merasakan kepanasan dan perih. Api itu tetap mengikuti saya. Saya ke kiri, api itu ke kiri. Saya ke kanan, api itu ikut ke kanan. Saya pikir saya sudah mau mati. Karena saya sudah dibuat capek, sudah dibuat lelah oleh api ini. Saya lari ke sana kemari, saya peluk kabel. Tapi tidak ada aliran listrik yang membunuh saya. Akhirnya saya pun pasrah begitu saja,” kisah Marthin bagaimana ia terserang api dan berjuang untuk keluar dari siksaan api tersebut.

Dalam keadaannya yang sudah tak berdaya, Marthin mengalami sebuah peristiwa yang aneh.

“Saya memejamkan mata, saya mendengar suatu seruan yang sepertinya keluar dari seorang wanita, ia katakan dan membangun saya dengan suara yang nyaring. Ia katakan sama saya waktu itu – ‘Tidak, kamu harus bangun. Kamu harus lawan api itu dan kamu akan diselamatkan.’ – Setelah saya buka mata saya, saya sudah bisa menangkap Cahaya. Cahaya terang. Saya kaget sewaktu itu, karena saya sudah terbaring rapi di depan panel yang terbakar tadi,” lanjut kisah Marthin.

Dalam kondisinya yang setengah sadar, teman-teman Marthin pun kemudian datang dan menolong Marthin.

“Mereka pikir saya sudah mati atau bagaimana pingsannya, waktu diangkat bagian tangan ini, tangan ini sudah matang, gosong, kulitnya terkelupas. Saya merasakan tangan, kepala, kaki itu sudah terpisah-pisah karena saking perihnya itu,” kisah Marthin.

Melihat kondisi luka bakarnya yang sangat parah, Marthin segera dilarikan ke rumah sakit. Saat istri dan ibu Marthin tiba, betapa terkejutnya mereka melihat keadaan Marthin. Akibat tegangan listrik bertegangan tinggi dan sambaran api yang begitu dahsyat membuat tubuh Marthin bagai seonggok daging asap yang hangus terbakar.

Setelah menunggu beberapa jam, tiba-tiba sebuah pernyataan dokter membuat jantung ibu dan istri Marthin seakan berhenti berdetak. “Lebih baik ibu pulang saja, membereskan rumah, karena katanya Bapak mungkin sudah tak bisa tertolong lagi. Karena luka bakarnya sudah stadium 4,” kisah istri Marthin.

Marthin sendiri mendengar perbincangan mereka, “Mereka pikir saya tidak bisa mendengar, saat itu dalam keadaan pingsan atau bagaimana. Tapi, saya masih bisa mendengar sewaktu itu. Hati saya semakin sakit. Karena… itu mengingatkan kembali perkataan saya sama istri saya bahwa saya akan melakukan tanggung-jawab sepenuhnya. “Kamu tenang saja,” – itu janji saya sama istri saya.”

Janji yang begitu manis, pupus sudah. Kini yang tersisa adalah guratan kesedihan dan ketakutan mendalam yang nampak dalam diri istri dan ibu Marthin.

“Saat itu saya belum siap untuk ditinggal oleh bapaknya Kiki. Waktu itu Kiki masih kecil, dia butuh seorang ayah. Memang sewaktu itu di pikiranku, pasti meninggal kan… Karena dari kisah teman-temannya memang tak akan ketolong lagi. Di hati saya, saya berdoa – “Tuhan, jika boleh… Tuhan kasih lagi kesempatan kami bersama. Saya akan terima dia apapun keadaannya,” tutur istri Marthin.

Dalam kondisinya yang kritis, sang ibu membacakan sebuah kisah menarik kepada Marthin. Dan hati Marthin pun tersentuh saat mendengarkannya.

“Mama saya membisikkan cerita-cerita bagaimana Tuhan Yesus dulu punya penderitaan. Dan disitulah saya terkejut dan terbangun dari kelemahan saya,” kisah Marthin.

Beberapa jam kemudian, Marthin pun menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Saya mulai memberikan reaksi melalui tubuh saya. Saya terbatuk, mama saya langsung berteriak. ‘Dia hidup!’- Dan dokter itupun merasa terkejut ketika ia mulai melihat denyut dan tanda nadi.”

Setelah Marthin sadar dari keadaan kritis, beberapa hari kemudian dokterpun langsung melakukan tindakan operasi. Ada bagian luka dari Marthin yang harus ditutupi dengan daging yang diambil dari tubuh Marthin sendiri.

Setelah operasi tersebut berhasil, penderitaan Marthin belum berakhir. Ia mengalami pergolakan batin saat akan melihat wajahnya sendiri.

“Setiap orang yang datang… pingsan ketika melihat saya. Saya bingung, sudah separah mana wajah saya, keberadaan saya waktu itu. Saya menguatkan hati saya, saya minta cermin. Sebenarnya mama saya tidak mau kasih, tapi saya bilang kalau saya penasaran. Kok sampai suster saja tidak mau masuk sini?. Saya pun perlahan-lahan melihat pantulan wajah saya di cermin…” kisah Marthin.

Marthin sangat terkejut melihat wajahnya yang terpantul di cermin.

“Itu sebenarnya sudah bukan orang lagi, itu sudah tengkorak. Semuanya mulai rata. Yang tinggal hanya gigi dan mata,” ujar Marthin.

Kecewa dan sedih. Semua bercampur dalam batin Marthin saat ia melihat wajahnya hancur berantakan. Ia menjadi putus asa… Sehingga berpikir lebih baik mati saja.

“Karena percuma… Saya bilang sama Tuhan, ‘Tuhan kok tidak adil ya?’ – Setiap saat saya mau keluar, saya selalu berdoa. Waktu di tempat kerja, kalau ada kesempatanpun saya berdoa, saya minta Tuhan kalau bisa saya dijauhkan dari malapetaka dari kecelakaan. Tapi kok tiba-tiba begini… Mengapa Tuhan? Mengapa bukan orang-orang yang melakukan hal-hal yang lebih jahat lagi? Saya menangis sambil mengatakan itu…” kisah Marthin.

Belum habis kepedihan batinnya, setiap hari Marthin harus menahan rasa sakit yang luar biasa saat harus bangun dari tidurnya. Marthin pun sering mengalami pendarahan sehingga ia harus sering mengalami transfusi darah agar dapat bertahan hidup.

Belum usai kepedihan Marthin, ia pun dilingkupi ketakutan akan kepergian sang istri. Bahkan ketika melihat dokter berbicara dengan sang istri, api amarah berkecamuk dalam pikiran dan batinnya.

“Dalam keadaan kelemahan itu, terpikir juga bahwa… hancurlah sudah keluarga kita. Sia-sialah keluarga kita yang sudah kita bangun bersama pada waktu yang lalu,” pikir Marthin mengenai keadaan keluarganya yang akan berubah akibat tragedi yang dialaminya.

Pikirnya, kalaupun istrinya ingin meninggalkan dia, itu adalah hak istrinya. “Tapi jujur dalam hati saya, saya tidak terima.” Tetapi istrinya sendiri tidaklah seperti itu. “Tak mungkinlah seenaknya saya cepat-cepat mencari pengganti,” bantah istrinya.

Perawatan selama 1 tahun di rumah sakit membuat keadaan Marthin semakin baik, bahkan kulit baru mulai muncul di beberapa bagian tubuhnya. Namun penderitaannya belumlah usai ketika ia kembali ke rumah. Karena untuk hal-hal kecil pun, Marthin haruslah selalu membutuhkan bantuan istrinya.

“Saya ini merasa berdosa sekali. Keadaan saya ini menjadi beban buat mereka semua. Ya, saya tidak bisa melakukan apa-apa,” tutur Marthin.

Merasa keberadaannya hanya menyusahkan keluarga membuat semangat hidup Marthin semakin padam. Bahkan saat ia mencoba memberanikan diri untuk bersosialisasi, sebuah penolakan yang menyakitkan pun harus ia terima.

“Perasaan takut, perasaan minder itu ada ya… Saya pernah mencegat mobil, tapi, sampai mobil pun gak mau berhenti. Dari jauh saya sudah kasih tanda ke angkot, tapi begitu dekat, sopir itu membuang muka seakan-akan tidak melihat apa-apa. Selama setengah jam saya berdiri di pinggiran jalan, saya menjadi malu, saya pulang. Saya merasa sedih sekali,” kisah Marthin mengenai penolakan ketika ia bergaul di tengah masyarakat.

Bahkan keceriaan dan kegembiraan anak-anak yang biasanya bermain di depan rumah Marthin berubah menjadi teriakan ketakutan saat melihat dirinya.

“Lebih baik saya mati saja, kenapa Tuhan membiarkan saya lagi hidup? Kalau saya harus berhadapan dengan orang-orang di luar sana yang mungkin merasa takut dan jijik dengan keberadaan saya,” kisah Marthin.

Namun di tengah keletihan batinnya, Marthin mencoba untuk menemukan kedamaian yang abadi. “Satu hal yang dia berikan kepada saya, kini kita tahu sekarang… Bahwa segala sesuatu yang terjadi, itu adalah campur tangan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Sungguh luar biasa perkataan dari nas itu yang menggembirakan saya, menguatkan saya. Sehingga tadinya saya merasa tidak berguna lagi dengan apa yang saya alami. Tetapi ketika saya menemukan kata peneguhan ini, saya merasa berarti. Saya masih berarti di mata Tuhan.”

Saat itu Marthin mulai menemukan sebuah harapan baru dalam hidupnya. Bahkan sang istri, mulai membuat Marthin merasa semakin berharga.

“Yang saya rasakan ketika berada dengan dia… Apa yang kami alami, apa yang kita lakukan pada masa-masa pacaran itulah yang terjadi. Seperti ketika dia menggandeng saya ketika kami berjalan,” kisah Marthin.

Tak hanya perhatian dari sang istri, sang anak yang waktu itu masih berusia 7 tahun pun menunjukkan kasih sayangnya. Kiki, selalu mengajak ayahnya untuk pergi keluar bersama. Tetapi Marthin yang menolak dengan mengatakan bahwa nanti teman-teman Kiki akan mengejek Kiki jika melihat keadaan ayahnya. Tetapi Kiki tak menyetujui perkataan ayahnya itu bahkan ia akan marah jika ada teman-temannya yang mengejeknya dan ayahnya.

Melihat itu, Marthin sangat senang dan mengucap syukur dengan keluarganya. “Saya tidak malu. Yang penting anak dan istri saya masih mau mengakui keberadaan saya walaupun keadaan saya sudah begini.”

Kiki sendiri berkata, “Kiki tak pernah malu dengan keadaan papa seperti itu. Karena papa itu seperti malaikat yang selalu membimbing Kiki dan sering mengajarkan yang terbaik buat Kiki.”

“Cinta saya sama suami saya seperti cinta kayak kami pacaran dulu. Sampai sekarang juga, masih tetap cinta. Tak berkurang, malahan, dulunya 100 persen sekarang menjadi 200 persen,” ujar Anitha, istri Marthin.

“Dokter dulu memvonis bahwa saya tidak ada harapan sama sekali. Namun, mukjizat Tuhan lain. Ketika manusia angkat tangan, Tuhan turun tangan. Jadi mustahil bagi manusia, bukan mustahil bagi Tuhan,” tutup Marthin Egeten. (Kisah ini ditayangkan 24 November 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel
Read more

Ada Apa dengan Laut mati

Salah satu tempat tujuan wisata rohani ke Holy Land  yang saya ikuti pada bulan Februari 2010 yang lalu adalah Laut Mati. Ada apa dengan Laut Mati? 

Sebelum masuk Kota Jerusalem setelah melakukan perjalanan panjang dari Kota Tiberias,  rombongan ke puncak Gunung Nebo. Di tempat tersebut berdiri sebuah bangunan gereja yang megah. Di salah satu ruang gereja tersebut, saya menyampaikan firman Tuhan atas permintaan Pdt.Suhandoko, sebagai pemimpin rombongan khusus Hamba Tuhan yang berjumlah 20 orang. Karena di tempat tersebut diyakini sebagai tempat di mana Yesus dimuliakan di atas gunung, maka saya menyampaikan firman Tuhan berkisar tentang dipilihnya Petrus, Yakobus dan Yohanes oleh Yesus untuk ikut ke atas gunung. Jadi tidak semua murid-muridNya  diajak. Di atas gunung itulah ke-tiga murid ini melihat kemuliaan yang luar biasa, wajah Yesus bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang (Mat.17:2), dan mereka melihat Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Banyak orang ingin dan rindu pergi ke Tanah Perjanjian (Holy Land), bahkan ada yang sudah beli ticket, tetapi tiba-tiba batal karena berbagai sebab. Kalau rombongan ini bisa datang ke Holy Land, itu karena anugerah dan atas kehendak Tuhan. Saya pribadi sudah berdoa lebih dari 13 tahun untuk bisa melihat Holy Land, sampai akhirnya Tuhan buka jalan, saya bisa datang ke tempat ini. Puji Tuhan. Kemudian seluruh rombongan berlutut di hadapan Tuhan, sambil mengucapkan syukur atas kasih karunia-Nya yang telah dilimpahkan. 

Selanjutnya, rombongan menuju ke Yerikho untuk makan siang di Restaurant Temptation. Di depan restauran tersebut terdapat sisa-sisa tembok Yerikho yang roboh oleh puji-pujian umat Israel yang mengelilinginya selama 6 hari berturut dan hari ke 7 dikelilinginya sebanyak 7 kali, dan diakhiri dengan meniup sangkakala lalu serentak bangsa Israel bersorak memuji Tuhan, maka runtuhlah tembok Yerikho tersebut (Yos. 6:3-4, 20). 

Berikutnya, rombongan menuju ke Laut Mati. Di sinilah kesempatan untuk membuktikan bahwa kalau berenang di Laut Mati tidak tenggelam. Ternyata benar bahwa saya dan kawan-kawan masuk ke Laut Mati tersebut, merebahkan badan dan TIDAK TENGGELAM. Luar biasa! Mengapa? 

Sekarang saya mau sedikit membahas tentang Laut Mati. Sebenarnya tidak seseram namanya. Laut Mati merupakan sebuah Danau Asin (bukan laut, karena berada di daratan), istilah laut di pakai dikarenakan luasnya yang mencapai 76 Km panjangnya dan memiliki lebar 16 Km, jadi bisa di bayangkan kalau danau ini begitu luas. Tapi danau ini telah mengalami penyempitan dan pengurangan debit air dikarenakan oleh penguapan yang berlebihan dan kurangnya pasokan air dari Sungai Jordan. 

Okelah, untuk selanjutnya kita sebut saja danau ini Laut. Laut ini berada pada 420 meter di bawah permukaan laut yang merupakan daerah terendah di permukaan bumi.  Laut mati berada diantara wilayah Negara Jordania dan Negara Israel. Kadar garam yang begitu besar pada laut ini membuat kita bisa mengapung di atasnya, bahkan sambil membaca buku sekalipun!  Aneh memang, tapi itulah kejadian alam. Konon kadar garam di laut mati ini mencapai 31.5 %, itu berarti 9 kali lipat dari kadar garam laut normal yang sekitar 3,5 %. Karena kadar salinitasnya tersebut maka semua benda bisa mengapung diatasnya.
 
Salah satu cerita mengenai asal muasal Laut Mati ini adalah cerita mengenai Lot (Kejadian 19) yang bercerita tentang bagaimana hancurnya moral manusia pada waktu itu (Sodom & Gomorah). Terlepas dari semua cerita itu, Laut Mati memiliki cerita lain dari segi ilmiah yaitu mengenai kadar garamnya yang tinggi. Terjadi penurunan debit air di laut ini yang mencapai 1 meter tiap tahunnya dikarenakan jumlah air yang masuk dari sungai Jordan banyak di pakai untuk keperluan irigasi sehingga pasokan ke Laut Mati ini menjadi berkurang dan penguapannya sangat tinggi. Inilah yang menyebabkan mengapa Laut ini menjadi asin. Tak ada ikan yang hidup di situ, dan air Laut Mati bila terkena mata akan sangat perih. Selain kandungan garam yang amat sangat tinggi, air Laut Mati juga banyak mengandung kalium, magnesium, dan kromium, mungkin karena itulah Lumpur Laut Mati ini dianggap sangat berkhasiat. Israel, Palestina dan Jordania sepakat untuk menyelamatkan Laut Mati ini karena dampak bila terjadi kerusakan pada ekosistem laut mati ini akan sangat buruk bagi kawasan tersebut, tindakan penyelamatan antara lain menyuplai air dari laut merah ke laut mati dengan membuat kanal-kanal untuk menghubungkan kedua laut tersebut yang jaraknya sekitar 200 Km.  Permukaan air Laut Mati diperkirakan telah mengalami penyusutan dari 392 meter di bawah permukaan laut menjadi 416 meter. Maka tak heran banyak wisatawan dari seluruh dunia datang untuk mengapung di laut itu. Sekedar informasi, lumpur Danau Laut Mati sangat berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit kulit. 

Pelajaran rohani yang saya dapat dari Laut Mati : Jangan hanya mau menerima berkat Tuhan lalu  menyimpannya saja seperti Laut Mati, tetapi harus belajar menyalurkan dan membagikannya seperti aliran sungai Yordan. (Ev. M. Bambang Soewono)
Read more
 
Copyright Jemaat Bukit Zaitun Tongke © 2010 - All right reserved - Using Blueceria
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.